Penyair Amatir

06
Jun
2020

Menghitung Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya

Sebagai pembaca awal (novel Murakami), saya tak banyak berandai-andai akan seperti apa novel ini. Namun membaca satu bab, saya menyukai cara bertutur penulis. Saya pikir, Ribeka Okta yang menerjemahkan ini perlu juga diberikan penghargaan. Suasana benar-benar hidup. Pilihan-pilihan katanya menyegarkan, bertenaga, sekaligus mumpuni.

01
Jun
2020

Nongkrong Bersama NGRONG

Lalu teringat saya dengan NGRONG ini yang dulu sempat saya baca prolognya dan berhasil membuat saya tampak bodoh karena tidak dapat mencernanya dengan cepat nan memuaskan. Maka saya balas dendam.

31
May
2020

Catatan Surabaya 727 (Bagian 1)

Dirgahayu Surabaya. Tahun ini usianya tujuh abad lebih dua puluh tujuh tahun, 727 tahun. Yang kini tengah tergolek lesu barangkali. Atau justru berdarah-darah mengusir Covid-19. Pandemi ini dari hari kehari semakin mengkhawatirkan di kota pahlawan ini.

24
May
2020

Bukan Hujan Bulan Juni

Saya sedang di kamar membaca The Black Book ketika hujan tiba. Saya meletakkan novel Pamuk di meja. Melihat air hujan yang nampaknya gembira bertemu tanah tercinta. Tiba-tiba terbersit di kepala, jika satu sore lagi Ramadan akan pergi. Hari raya idulfitri yang membuat pasar dan mall padatnya tak mengenal pandemik itu.

21
May
2020

Trouble Masker

Ketika saya menyusuri jalanan sebelum PSBB ataupun saat PSBB berlangsung, saya tidak mendapati kesunyian yang pernah saya bayangkan sebelumnya. Jalanan tetap ramai. Yang mulai nampak berubah, yakni penggunaan masker.

01
Mar
2020

Garis Tangan

penyair-amatir.id ~ Ia memegang tangan saya. Membaca garis tangan. Sesekali dahinya berkerut. Sesekali ia bernapas panjang. Satu jam sebelumnya ia menemui saya. Kata leluhurnya, ada seseorang...