12
Jul
2019

Apa Pendapat Bapak?

Oleh: Penyair Amatir

PENYAIR-AMATIR.ID – Ketika saya masuk kelas Closthre (semoga tulisannya benar) dalam rangka mencerdaskan pejuang SBMPTN, yang jumlahnya segelintir itu, saya mendapat sodoran pertanyaan.

Apa pendapat Bapak tentang kasus Audrey?

Begitu kira-kira pertanyaannya. Tentu saja di luar bayangan saya sebagai guru yang kadangkala merasa lebih cerdas dari siswanya. Heuehu.

Seperti biasa, saya bikin serangan balik.

“Audrey, maksudnya?”

Malam harinya ketika lihat trending di Twitter saya lihat ada hastag justiceforaudrey menduduki Puncak. Saya lihat. Kenapa bisa ngalahin hastagnya pelaku buzzer pilpres.

Ternyata, Audrey ini korban perundungan. Selebihnya, kamu pasti sudah paham ceritanya seperti apa.

Selanjutnya ada pula hastag hampir mirip. Isinya dukungan pada Audrey. Hastagnya justriceforaudrey. Salah satu komentar yang menarik perhatian saya (Ini gimana sih tagarnya. Audry butuh keadilan, bukan butuh nasi. Peduli oke, bodoh jangan)

Saya akhirnya bilang ke mereka jika saya mengikuti kasus Audrey.

“Itu trending di twitter tadi malam” ujar saya.

Sepertinya, mereka memiliki semacam ketidakyakinan bahwa saya pengguna twitter.

“Bapak pakai twitter?” nadanya heran.

“Saya itu pakai semua media sosial kecuali twitter” akhirnya saya putuskan menjawab demikian.

Kalau tidak salah, di kelas hanya ada enam siswa. Dua diantaranya lolos SNMPTN. Sebelumnya yang dua itu sudah saya kasih alternatif tempat nongkrong yang nyaman selain di kelas. Heuehu.

Saya yang gemar bertanya, kembali melemparkan pertanyaan. Saya menemukan informasi di twitter jika KPAD Pontianak (Komisi Perlindungan Anak Daerah) melarang masyarakat membuly pelaku. Dalam hal itu, beberapa anak SMA yang fotonya viral dan akun medsosnya full hujatan.

“Pendapatmu tentang statement KPAD tadi?”

Mereka kompak. Menolak anjuran pelarangan itu.

“Biar adil, mereka keterlaluan pada Audrey” kira-kira begitu jawabannya.

Tentu, sebagai masyarakat hukum kita percayakan saja masalah itu pada kepolisian. Semoga secepatnya keadilan ditegakkan

Satu hal yang saya tekankan dari masalah itu pada pejuang SBMPTN hari itu.

“Kekuatan posisi media sosial salah satunya dapat menyuarakan ketidakadilan. Setelah viral, baru kemudian pihak berwajib turun.”

Pejuang SBMPTN di kelas itu, dan di seluruh NKRI, akhir pekan ini menjalani ujian. Namanya, UTBK. Ujian Tulis Berbasis, K-nya Komputer, bukan K- kertas apalagi K- Pop.

Semoga terutama pejuang di sekolah kita, nasibnya tidak seperti klub sepakbola kebanggaan saya, Persebaya. Yang gagal di final. Semoga mereka mampu maksimal dan lolos ke mimpi yang mereka tuju.
[]

Penyair Amatir
Prambon
14/14/19

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *