12
Jul
2019

Jayalah Glorius, Jayalah Dinosaurus

Akhir pekan tiba lagi. Tentu makin asyik jika akhir pekannya di sekolah tercinta. Heuehu.

Yapz. Kelas X lagi malam mingguan di sekolah. Persami. Suasananya lumayan adem. Siang tadi sebelum upacara pembukaan, hujannya manja sekali.

Tentu di parkiran lantai dua itu, penghuninya lebih ramai. Kendaraan anak persami tentu saja. Jumlahnya sekitar 50 an. Kira-kira dengan persentase kesalahan 70%. Heuehu

Pekan ini, kelas XII menyelesaikan akhir pembelajaran di kelas. Tepatnya hari Rabu. Saat saya di Closthre, anak-anak selalu bilang jika ini menghapus papan tulis terakhir. Mengerjakan soal terakhir. Izin ke toilet terakhir. Dan lainnya.

Ketika istirahat pertama, saya lihat anak-anak membawa bunga Mawar. Saya tentu saja terheran-heran. Apakah akan ada semacam pemberian bunga pada entah siapa.

Sebelumnya, dari parkiran lantai dua, saya lihat Noky membawa sound sistem yang cukup berat. Untuk apa itu, dia sampai repot-repot begitu.

Akhirnya, terjawab juga maksud dan tujuan saudara Noky tersebut.

Seluruh kelas XII berdiri di koridor lantai 2, menghadap ke arah siswa-siswa yang siap dengan mikropone dan alat musik di taman lantai satu. Mereka berdiri sembari membawa setangkai Mawar merah. Satu-satu.

Sementara kelas X dan XI berada di lantai 1 dan lantai 3. Kompak.

Di depan air mancur, perwakilan kelas XII berorasi. Intinya mengucapkan perpisahan pada adik-adik kelasnya. Juga tentu saja guri dan karyawan.

Musik syahdu berkumandang. Semuanya nyanyi. Beberapa guru-guru duduk di badukan. Larut dalam emosi jiwa.

Kira-kira begitu deskripsinya. Sementara saya berada di ruang seni. Ada hal yang harus saya kerjakan. Tapi telinga saya aktif merekam kejadian itu.

Sampai kemudian, beberapa anak famsco menyeret saya ke bawah. Apalagi kalau bukan foto-foto. Boomerang. Dan entah gaya apa yang saya keluarkan di aksi foto-foto tersebut. Terakhir, saya diberi bunga. Saya hanya terima satu saja. Meskipun diancam-ancam harus

Bunga dari mereka. Heuehu

Kejutan penuh kreativitas itu memang mengejutkan. Bukan saja bagi saya. Tapi juga bagi perancang kejutan. Heuehu.

Perancang kejutan ternyata mendapat kritik karena harusnya aksi tersebut dilaksanakan besoknya. Pasalnya, hari itu pembekalan terakhir UNBK.

Ya, saya bilang kritik dari Tim Kesiswaan harus diterima dengan bijak. Karena kritik itu vitamin. Untuk pendewasaan.

Alhamdulillah, kejutan yang mengejutkan berkahir dengan baik. Memang seharusnya begitu.

Mungkin untuk kali pertama, perpisahan dengan kelas X dan XI tidak dilakukan dengan metode sales. Mereka datang ke kelas adik kelas, lalu minta maaf. Bergiliran. Tapi dengan model kejutan seperti gambaran di atas.

Semoga anak-anak klan Glorius dapat melewati fase UNBK, ujian pamungkas dengan mulus. Bisa eksis di perguruan tinggi yang ingin dituju.

Tentu, kami sayang sama kalian. Kami ingin yang terbaik kalian raih. Kami akan selalu mendoakan setiap waktu.

Berikut saya tulis puisi untuk kalian.

TENTANG BUNGA YANG KAMU BERIKAN PADAKU HARI ITU

Empat tangkai Mawar pemberianmu
kusimpan baik-baik dalam pot kelabu yang berjajar rapi dalam jantungku
.

Untuk apa tuan repot-repot meletakkan kami di sini?
: ucap empat tangkai Mawar bersamaan.

Mereka, Mawar-mawar yang manis. Semanis wajahmu ketika memberikan mereka padaku.

Untuk apa tuan repot-repot memuji kami dengan sebutan manis?
: ucap empat tangkai Mawar tersenyum malu-malu.

Ada kenangan yang harus disimpan rapi. Dengan sebait cinta dan selarik rindu.
: ujar pot kelabu dalam jantungku

Kamikah kenanganmu yang penuh cinta dan rindu?
: ucapnya dengan penuh haru

Tidak ada lagi percakapan setelah itu. Sebab cinta dan rindu adalah sunyi yang menggenggam waktu.

Kusimpan mereka dibelantara kasih. Tentang kita yang dihisap waktu dan dihempas rindu.

Krian, 27/3/19


Jayalah Glorius*. Jayalah dinosaurus**.

Sepanjang, 30/3/2019

*Glorious: julukan angkatan 2017 **hewan purba, heuheu

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *