11
Feb
2019

Khusnul Khotimah dan Pelangi Indah

Ada kabar gembira. Ada pula kabar menyedihkan. Beberapa waktu yang lalu, ketika saya mengajar di IPS 2, kalau tidak salah hari Jumat, saya dapat kabar jika Kakek yang tengah dirawat di RSUD Sidoarjo meninggal dunia. Tentu kabar itu membuat saya sedih.

Sementara minggu ini, salah satu kerabat dekat melahirkan anak pertama. Ketika saya mengunjunginya di rumah sakit, wajah saudara saya berbinar-binar. Tentu saya yang pernah berada pada posisinya, turut berbahagia.

Tentu tak akan pernah ada kegembiraan, bila tidak ada kesedihan. Begitu sebaliknya. Maka keduanya dibutuhkan sebagai harmoni dalam hidup. Begitu kata teman saya yang suka ikut seminar motivasi. Saya yang awalnya acuh, saat ini menjadi setuju.

Ketika pengumuman SNMPTN tahap pertama, muncul dua sisi perasaan di sana. Kabar gembira bagi yang namanya lolos. Sebaliknya, meskipun dikuat-kuatkan, wajarlah bila yang gagal lolos merasa sedih.

Saya dan teman-teman guru di satu sisi juga mengucapkan syukur. Persis 40 % anak-anaknya punya kesempatan berkompetisi di jalur tersebut. Yang diikuti secara nasional. Satu sisi lainnya, pasti merasa sedih. Sebab ada anak-anaknya yang harus tersisih. Meskipun secara logis, itu konskuensi aturan kuota 40%. Namun tetap saja, kesedihan itu ada.

Namun, teman-teman Glorius sudah harus dihadapkan pada sebuah fase lagi. Setelah merayakan sekaligus meratapi jalan hidup yang bernama SNMPTN. Fase Ujian Sekolah Mapel Ciri Khas Keagamaan. Sementara di awal Maret, USBN telah menanti dengan serius.

Setelah Idul Fitri kita akan tiba di puncak, itu namanya Wisuda. Setelahnya kita akan menjalani kehidupan sendiri-sendiri. Nah, sebelum itu tiba, ayo lebih semangat lagi melahap fase demi fase akhir di sekolah tercinta.

Pesan Pak Ghofar tempo hari di grup line, mari kita jadikan semacam spirit untuk menjadi lebih bernas.”Belajar meraih KHUSNUL KHOTIMAH di SMA Khadijah ..dalam penantian ini jangan melakukan hal BODOH yang bisa menjadikan kamu SU’UL KHOTIMAH di SMA Khadijah ..muhasabah sebelum berjuang ..”

Selamat berjuang klan Glorius. Kemerdekaan hanyalah milik mereka yang gigih dalam perjuangan. Sebagaimana wejangan Pak Adib berikut: Jadilah pelangi indah yang berada di atas kepala semua orang, mereka rindu hadirmu & tersenyum bangga memandang bahagia panoramamu.

Penyair Amatir
Ruang Seni
06/02/19

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *