12
Jul
2019

Seni Memutuskan Suatu Pilihan

PENYAIR-AMATIR.ID – Rencananya akhir pekan sepertinya sempurna. Nengok open house Toga Mas Margorejo. Hari ini, toko buku diskon itu pindah lokasi ke seberang jalan.

Toko buku merupakan tempat favorit saya sejak doeloe kala. Sebut toko buku di Surabaya, saya pasti sudah pernah menginjakkan kaki di situ. Mulai yang emperan hingga toko buku di mall.

Namun, ketika berjalan menuju parkiran lantai dua itu, rencana saya bercabang. Persebaya akan tampil di semifinal lawan Madura. Leg ke dua.

Seperti biasa, saya menyalahkan diri sendiri kenapa harus molor mengerjakan ini itu. Misal pulang pukul 16.00, masih bisalah ke rencana sempurna akhir pekan. Toko buku.

Tapi, akhirnya keputusan saya ambil. Lihat Persebaya. Ke Toga Masnya rencana saya geser besok.

Keputusan yang akhirnya sangat saya syukuri. Tim Persebaya menang dramatis. Lolos ke final. Bertemu lawan bebuyutan. Arema FC.

Seandainya Persebaya kalah, tentu saya akan menyesali kenapa tidak ke toko buku saja. Manusiawi, kata orang begitu.

Pada akhirnya, tiap keputusan selalu mengandung risiko. Risiko atau resiko sih? Kalau menurut kamus, “resiko” itu bentuk tak baku dari “risiko”.

Jika kamu terlambat sekolah, lalu mengambil keputusan untuk bohong dengan alasan yang aneh-aneh demi keringanan pembinaan (baca: sanksi) tentu juga ada risikonya.

Rumusnya: satu kebohongan akan diikuti oleh kebohongan berikutnya. Hingga kemudian, bohong menjadi budaya. Mengerikan!

Misal lagi. Ujian nasional atau ujian bukan nasional (PTS,PAS), lalu curang dengan bawa sontekan. Demi nilai yang baik. Risikonya, menumbuhkan budaya korup pada diri kita. Juga mengerikan!

Keputusan selalu diikuti oleh risiko. Tentu, idealnya risiko negatif yang kita inginkan kecil atau bahkan nol.

Selamat menyusun rencana apa saja. Kemudian memutuskan, sesuai atau justru berbeda dengan kenyataan yang ada.

Yang pasti, mari nikmati juga risikonya. Hokya!!

Prambon
6/4/2019

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *