03
Jul
2019

Seorang Gadis yang 100% Sempurna pada Suatu Pagi yang Indah di Bulan April

Oleh: Penyair Amatir

Jodoh di tangan Tuhan. Mau cari sampai jumpalitan kalau belum jodohnya ya tidak akan ketemu. Bahkan meski sudah menikah, kalau memang belum jodohnya ya bisa bubar itu pernikahan. Jodoh sebagai mana mati, merupakan rahasiaNya.

Baiklah, saya tidak akan buka jasa perjodohan. Saya akan membicarakannya sehubungan dengan cerpen Haruki Murakami. Judulnya versi Indonesia yang lumayan panjang.

“Tentang Berjumpa dengan Seorang Gadis yang Seratus Persen Sempurna pada Suatu Pagi yang Indah di Bulan April.”

Judul itu terjemahan dari bahasa Inggris. Tentu setelah dialihbahasakan dari bahasa Jepang.

“On seeing 100% Perfect Girl One Beautiful April Morning”

Cerpen itu dalam buku CINTA SEMANIS RACUN. Kurator dan Penerjemahnya Anton Kurnia. Yang isi buku tersebut cerita pendek dari penulis klasik hingga saat ini dari seluruh penjuru dunia. Tentang apa dan mengapa nama-nama itu yang muncul, tanya Anton Kurnia saja. Huahua.

Cerpen Haruki Murakami tersebut mengisahkan seorang lelaki 30an tahun yang berpapasan dengan seorang perempuan seumuran dengannya di suatu pagi di bulan April. Persis judulnya.

Tokoh aku yang mengisahkan itu, mengakui jika perempuan yang telah dijumpainya adalah tipe idamannya. Tidak tanggung-tanggung. 100%. Ia kemudian mengatakan jika ia sudah biasa menyukai perempuan, tetapi itu tidak benar-benar penuh semacam itu.

Perempuan itu biasa saja. Begitu dia bilang pada temannya. Tidak secantik perempuan yang pernah ditemui di beberapa tempat. Tetapi ia tidak tahu kenapa, ketika melihatnya dari jauh hatinya sudah klik.

Lalu ia merutuki dirinya karena melewatkan kesempatan mahal itu begitu saja. Perempuan yang menggenggam sepucuk surat itu berjalan ke arah berlawanan. Lalu menghilang.

Ia kemudian membayangkan bagaimana dia seharusnya menyapa perempuan itu. Beberapa pertanyaan ia utarakan sendiri. Lalu dibantah sendiri.

Hingga ia ingat pada suatu kisah. Dan ia menyesali dirinya, harusnya kisah itu yang dibicarakan pada perempuan 100% itu.

Di kisah k menguji 100% itu. Jika jodoh ya suatu saat akan bertemu lagi.

Kedua remaja itu berpisah. Lelaki ke arah barat. Si gadis ke arah timur.

Lama keduanya hidup sendiri-sendiri. Ingatan-ingatan yang tadinya kuat perlahan rapuh dimamah waktu.

Suatu pagi di bulan April, lelaki yang kini sudah berusia 32 tahun itu berjalan menuju kedai kopi. Sementara di tempat yang sama, Perempuan yang usianya lebih muda dua tahun itu buru-buru hendak mengirimkan surat ke kantor pos.

Keduanya berpapasan di pagi itu. Kedua insan itu merasakan perasaan sama. Itulah pasangan 100% nya. Tapi waktu jua yang membuat ingatan-ingatan mereka tidak setajam belasan tahun silam. Keduanya ragu.

Merekapun berpapasan. Menjauh satu sama lain. Meskipun keduanya merasakan detak itu. Getaran 100% itu. Namun waktu yang panjang membuat ingatan mereka samar-samar.

Itulah kisahnya.

Kisah yang sama persis dengan tokoh aku tersebut. Dan ia sangat menyesal, harusnya cerita itulah yang ia katakan pada perempuan yang menghipnotisnya di pagi yang Indah indah itu.

Ini cerpen pertama Haruki yang pernah saya baca. Dari situ kemudian saya harus perlu membaca cerpennya lagi.

3 Juli 2019
Prambon, Sda

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *